ALT_IMG

Makna Logo @Kebumensatu

Bhineka Tunggal Ikha adalah salah satu landasan bahwasanya dalam lingkup daerahpun keanekaragaman tak bisa dipungkiri. Dimulai dari pemikiran, budaya, serta kompleksitas keadaan sosial masyarakat yang ada menjadikan dinamika yang berkembang ke arah yang lebih baik. Readmore...

ALT_IMG

Tokoh Indonesia Asli Kebumen

@Kebumensatu - Walaupun Kebumen masih termasuk salah satu kota kecil di Indonesia, ternyata banyak tokoh berkaliber nasional maupun internasional. Diambil dari berbagai sumber di dunia maya, kami mencoba menhimpun beberapa diantaranya yang pernah tinggal, lahir dan berketurunan orang asli Kebumen. Readmore..

Alt img

Inspiratif

@Kebumensatu - Hari Film Nasional jatuh pada tanggal 30 Maret yang di peringati oleh insan perfileman Indonesia. Banyak tempat- tempat di Kebumen yang dijadikan latar sebuah cerita dari salah satu film. Readmore...

ALT_IMG

Sosialisasi

@Kebumensatu - 17 Agustus 2014 Bank Indonesia (BI) meluncurkan jenis uang baru berlabel Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut direktur Bank Indonesia Ronald Waas, adalah untuk menggantikan uang lama yang kondisinya tak lagi layak dipakai atau sudah lusuh (bisnis:liputan6.com).Readmore...

ALT_IMG

Tokoh

@Kebumensatu-Prof.Dr.Soemitro Djojohadikoesoemo (lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 29 Mei 1917 – meninggal di Jakarta, 9 Maret 2001 pada umur 83 tahun) adalah salah seorang ekonom Indonesia yang terkenal. Murid-muridnya banyak yang berhasil menjadi Readmore...

MOHON MAAF BLOG SEDANG DALAM TAHAP PENGEMBANGAN

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Budaya, Sosial Media dan Nasionalisme

2 komentar

Revolusi dunia sosial media, menjadi alat pemegang daulat opini, entah itu mainstream atau antimaintstream. Seperti layaknya pro-kontra, kontra – anti-kontra dan sebagainya. Mengambil dari ilmu muka wajah mata uang logam. Meskipun satu, tapi terdiri dari dua sisi. Dalam kehidupan nyata, sebut saja sisi jahat / buruk dan sisi baik / bagus. Kita perlu memutuskan mau menjadi apa tergantung dri kita sendiri yang memutuskan dengan kepengintan tertentu pastinya. Hal serupa semarak dan beberapa kali bisa kita lihat di saat ramainya pemilu raya kemarin. Ada pihak yang mati-matian melambungkan suatu nama / golongan, dan sebaliknya ada pula yang rela di bully membela pendapat yang mengarah ke suatu nama / golongan.


Dampaknya, banyak akun-akun anonim yang dibuat untuk menggembar-gemborkan komoditas mainstream framming opinion. Banyak hal yang terjadi, mungkin bagi pengguna baru yang penasaran bagaimana dinamika yang ada di twitter akan segera menampakan kernyut di dahi dengan berbagai macam opini yang terus menerus dibangun secara terstruktur dan masif.


Media pertelevisian terutama entertainment semakin banyak yang mempopulerkan tokoh / artis ataupun programnya menggunakan sosial media seperti twitter dan facebook. Hal tersebut sebagai upaya membangun human insterest untuk terus mengikuti perkembangan yang terbaru alias up-todate. Layaknya sinetron yang digemari ibu-ibu tak mau ketinggalan satu kali tayangan episode sekalipun. Begitu terlewat, sedikit kekecewaan.


Arus informasi semakin banyak diperoleh, banyak juga kebudayaan yang harusnya kita jaga. Mengutip dari lagu musisi band daerah Banyumas, dengan judul “waspada serangan alien” merupakan bentuk kritik menggelitik tentang beberapa budaya masyarakat yang lama kelamaan akan hilang ditelan zaman modernisasi ini. Walaupun sedang maraknya isu-isu pembangunan yang terus digempur dengan APBDN sampai defisit sekalipun, tetapi dampak negatif dari penggempuran itu tetap dirasakan oleh sebagian orang di pedesaan  / pelosok. Misalnya, seringnya mati lampu sebagai akibat defisitnya stok energi listrik disuatu gardu listrik atau upaya perawatan (maintenance) dari PLN sampai ada yang membuat Earth Hour sebagai langkah positif untuk beberapa saat menghemat energi listrik. Kalau yang sering mati listrik berarti mereka adalah aktivis earth hour sejati.

Continue reading →